Makalah
Di
Susun
O
L
E
H
NAMA : ELPIAN RUSLY
NIM : E2111155
JURUSAN
: MANAJEMEN
KELAS :
REGULER
FAKULTAS
EKONOMI
UNIVERSITAS
ICHSAN GORONTALO
T.A
2012-2013
- KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kami
kesempatan dan kesehatan, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini, dimana
makalah yang kami buat ini yang berjudul tentang Pemasaran Produsen
Kerawang
Makalah
ini memberikan perhatian yang besar mengenai Bagaimana Produksi Kerawang sampai
di pasarkan.Dengan konsep dan rincian yg berbeda sehingga kita bisa mengetahuia
nya.
Makalah
ini disajikan secara sistematis dan relevan sehingga memudahkan untuk
memahaminya. Akhir kata,tak
ada gading yang tak retak, sehingga dengan istilah ini penulis menyadari bahwa
apapun hasil karya manusia dimuka bumi ini tidak ada yang dinamakan sempurna,
terutama pada makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kepada
siapapun yang sempat membaca makalah ini agar kiranya bisa memberikan kritik
dan saran yang membangun guna memperbaiki penulisan makalah-makalah yang
lainnya.
Akhirnya, semoga makalah ini dapat memberikan sedikit pengetahuan kepada
kita semua, Amin.
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR…………………………………………………………………i
DAFTAR
ISI……………………………………………………………………….….ii
BAB
1 PENDAHULUAN…………………………………………………………....1
1.1 Latar Belakang…………………………………………………….…....1
1.2 Tujuan……………………………………………………………….…....1
BAB
2 PEMBAHASAN………………………………………………………….......2
2.1 SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN…………………………….......2
2.1.1 CARA PRODUKSI………………………………………………..…....3
2.1.2 MACAM-MACAM KAIN
KERAWANG………………………………4
2.1.2
NAMA KAIN DI PRODUKSI……………………………………..…....5
2.1.3 MOTIF DAN
CORAK……………………………………………...…...5
2.1.4 CARA
PROMOSI………………………………………………...……..6
BAB
3 PENUTUP……………………………………………………………………...8
KESIMPULAN……………….………………………………………………..8
SARAN………………………………………………………………………....8
DAFTAR
PUSTAKA…………………………………………………………………..9
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
BICARA kain kerajinan, Jawa punya batik, Palembang miliki songket,
Gorontalo pun tak mau kalah. Provinsi ini punya sulaman kain Kerawang. Adakah
kaitannya dengan Karawang, Jawa Barat?
Ternyata, kerawang yang dimaksud itu berasal dari kata "Karawo" yang artinya sulaman dengan tangan. Kerajinan ini berkembang sejak lama dan kini sudah menjadi sentra kerajinan khas Gorontalo. Bahkan sulaman kain kerawang kerap dijadikan baju seragam para jemaah haji dari Gorontalo.
Ternyata, kerawang yang dimaksud itu berasal dari kata "Karawo" yang artinya sulaman dengan tangan. Kerajinan ini berkembang sejak lama dan kini sudah menjadi sentra kerajinan khas Gorontalo. Bahkan sulaman kain kerawang kerap dijadikan baju seragam para jemaah haji dari Gorontalo.
1.2 TUJUAN
1. Untuk mengetahui produksi kain
kerawang dari segi antara lain ;
- Apa bahan dari kain kerawang,
- Cara produksi kain kerawang
tersebut,
- Sampai promosi dan
pendistribusiannya
2. Dan apakah kain kerawang ini bisa
menembus pasar global.
BAB
2
PEMBAHASAN
2.1
SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN
Usaha
kerajinan sulaman kerawang “Naga Mas”
Desa Mongolato kecamatan telaga kabupaten Gorontalo di mulai sejak tanggal 17
oktober 1976. Di mulai di awali 3 lembar saputangan kerawang yang merupakan
hasil produksi dari buah tangan sendiri, produksi 3 lembar sapu tangan ini
mempunyai harga pokok Rp 125.000/ lembar dan langsung di pasarkan / di jual di
toko “Morotai” Gorontalo dengan
harga jual Rp 175.000/ lembar.
Selain
itu ada juga usaha kerajina kerawang yang ada di gorontalo seperti yang saya
wawancara antara lain “Bintang kerawang”
jl.suprato baru jln 4 bulan pemiliknya bapak Mahmud 47 tahun berdirinya toko
ini sejak tahun 2009 di promosikan di toko sendiri produksik nya dari desa
pilohayanga, toko “Kerawang Kembang”
Indah jl.raja eyato no.29 produksinya dari pinjaman bank ,ada juga “Mahkota Tailor” di desa motilango
kecamatan telaga pemilik nya yaitu Salapudin Adam Modalnya di dirikan nya toko yaitu dar modal
sendiri dan bantuan dari cabang gorontalo
usaha nya sudah berdiri sejak 3 tahun yang lalu dan gaji untuk karyawan nya sebesar Rp 400.000.00 sedangkan “Galeri
Kerawang” jl.limboto kecamatan telaga pemiliknya yatu Olan umur 32 tahun toko
tersebut berdiri februari 2010,modalnya
untuk membangun toko ini dari uang nya sendiri,pendapatan sehari Rp 1.000.000 perbulan
Rp 20.000 per tahun Rp 328.162.000
2.1.1
CARA PRODUKSI
Proses membuat sulaman kain kerawang
cukup rumit. Terlebih dulu membuat desain sulaman di kertas milimeter blok.
Kernudian, kain dipotong sesuai ukuran. Lapisan kain dibuka benang-benangnya
untuk ruang sulaman. Ukurannya sesuai jenis kain yang dipakai dan besar
motifnya. Setelah itu kain langsung disulam.
Sulaman berbagai bentuk diburat dengan menggunakan alat pamedangan, silet, gunting, dan benang bermacam warna. Motif sulaman bermacam, terutama aneka bunga dan hewan seperti tulip, mawar, dan kupu-kupu. Ada juga motif lambang perusahaan sesuai pesanan konsumen.
Sehelai sulaman kain kerawang rampung selama satu minggu hingga satu bulan bahkan lebih. Lama pengerjaan sesuai dengan jenis kain, benang, dan motifnya. Kain berkualitas terbaik dengan menggunakan benang emas dan motif yang rumit memerlukan waktu lebih lama. Harganya juga sangat bervariasi. Untuk kain dan baju perempuan mulai Rp125 ribu sampai Rp250 ribu, terutama yang menggunakan benang emas. Sedangkan untuk baju pria, terdiri dari jas wool seharga Rp400 ribu, jas biasa Rp150 ribu, dan kemeja antara Rp50 ribu sampai Rp75 ribu.
Selain sulaman kain dan baju, dihasilkan pula berbagai macam barang yang dihiasi sulaman kain kerawang, seperti tas, sapu tangan, dasi, kopiah, taplak meja, sprei, tatakan gelas, topi bahan rotan, mukena, dan kipas. Semuanya bisa jadi oleh-oleh menarik sepulang dari Gorontalo.
Sulaman berbagai bentuk diburat dengan menggunakan alat pamedangan, silet, gunting, dan benang bermacam warna. Motif sulaman bermacam, terutama aneka bunga dan hewan seperti tulip, mawar, dan kupu-kupu. Ada juga motif lambang perusahaan sesuai pesanan konsumen.
Sehelai sulaman kain kerawang rampung selama satu minggu hingga satu bulan bahkan lebih. Lama pengerjaan sesuai dengan jenis kain, benang, dan motifnya. Kain berkualitas terbaik dengan menggunakan benang emas dan motif yang rumit memerlukan waktu lebih lama. Harganya juga sangat bervariasi. Untuk kain dan baju perempuan mulai Rp125 ribu sampai Rp250 ribu, terutama yang menggunakan benang emas. Sedangkan untuk baju pria, terdiri dari jas wool seharga Rp400 ribu, jas biasa Rp150 ribu, dan kemeja antara Rp50 ribu sampai Rp75 ribu.
Selain sulaman kain dan baju, dihasilkan pula berbagai macam barang yang dihiasi sulaman kain kerawang, seperti tas, sapu tangan, dasi, kopiah, taplak meja, sprei, tatakan gelas, topi bahan rotan, mukena, dan kipas. Semuanya bisa jadi oleh-oleh menarik sepulang dari Gorontalo.
2.1.2
MACAM-MACAM KAIN KERAWANG
- Sipon
-
Perporan
-
Sutra
-
Wol
-
Wit dll
2.1.3 NAMA KAIN YANG DI PRODUKSI
Adapun berbagai macam kain kerawang yang di
produksi oleh perusahan kerajinan sulaman kerawo “Naga Mas” antara lain :
a. Kopia
(berupa songko tapi berbentuk seperti keranjang)
b. Kameja
kokoh
c. Kameja
tapeka
d. Sapu
tangan
e. Kipas
f. Kenso
Dll.
2.1.4
MOTIF DAN CORAK
Motif
yaitu suatu bentuk yang indah di liat yang digambarkan dalam suatu kain /
pakaian sedangkan corak yaitu suatu warna yang di gabungkan dengan motif
sehingga membentuk gambar yang indah.
Adapun
motif dan corak yang di berikan pada kain kerawang antara lain :
1. Tulip
2. Rambutan
3. Kupu-kupu
4. Logo
sebuah grup sepak bola dll.
2.1.5 CARA PROMOSI
Untuk
itu perusahaan kerajinan sulaman kerawo “Naga
Mas” melaksanakan kegiatan promosi terhadap sulaman kerrawang ini ditempuh
dengan cara antara lain :
1. Advertesin
( periklanan )
- Iklan
melalui Radio-radio swasta, baik di gorontalo maupun di daerah lain.
- Iklan
melalui bioskop-bioskop
- Iklan
melalui surat kabar dan majalah
- Iklan
melalui dunia maya (Internet)
2. Personal
selling. Oleh Perusahaan kerawan sulaman kerawo naga mas gorontalo ditempuh
dengan cara mengatur barang-barang untuk mengunjungi pedagang besar maupun
pengecer khusus
3. Promosi
penjualan meliputi antara lain:
- Demonstrasi
yaitu dengan memperagakan secara langsung pemakaiannya
- Trade
promosion dan pemasaran dilakukan dalam rangka berpaptisipasi dalam setiap
pameran.
BAB 3
PENUTUP
KESIMPULAN
Dari semua data yang di kumpulkan satu yang saya
simpulkan bahwa produksi kain kerawang di bilang rumit mengapa demikian karena dari
segi kain kerawang yang harus di cari dan pembuatan Motif dan corak yang
terbilang susah karena hanya dari segi tenaga kerja yang terampil yang hanya
bisa mengerjakan kain kerawang tersebut.
SARAN
Dengan hasil semua wawancara yang saya lakukan dengan
beberapa konsumen dan pembuktian nya bahwa kain kerawang di gorontalo masih
kurang diminati oleh kalangan muda terkecuali pejabat / petinggi-petinggi
daerah,
sehingga saya menyarankan kepada produksi kain kerawang bahwa kinerja nya lebih di tingkatkan berupa segi motif dan coraknya harus beda dari sebelumnya seperti dibuatnya gambar yang di minati oleh kalangan muda agar kain kerawang tersebut terlihat beda.saya juga menyarankan kepada mereka produksi kain kerawang bahwa penyuluhan cara pembuatan kain kerawang ini harus di bantu oleh pemerintah karena kain kerawang ini adalah kain kebanggaan gorontalo,agar kedepan nya masih lahir bibit-bibit pengrajin pembuat kain kerawang.
sehingga saya menyarankan kepada produksi kain kerawang bahwa kinerja nya lebih di tingkatkan berupa segi motif dan coraknya harus beda dari sebelumnya seperti dibuatnya gambar yang di minati oleh kalangan muda agar kain kerawang tersebut terlihat beda.saya juga menyarankan kepada mereka produksi kain kerawang bahwa penyuluhan cara pembuatan kain kerawang ini harus di bantu oleh pemerintah karena kain kerawang ini adalah kain kebanggaan gorontalo,agar kedepan nya masih lahir bibit-bibit pengrajin pembuat kain kerawang.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad salapudin,desa motilango/
Olan, 32 thn,kecamatan
telaga.
Mootalu Ariti 36 thn,pilohayanga
barat.
http://lifestyle.okezone.com/read/2011/07/24/29/483604/kerawang-kain-cantik-khas-gorontalo
